Thursday, July 21, 2005

Les nouvelles de Paris




Paris, le bel endroit, si romantique, si élégant. Laissez Paris toucher votre vie dans ce sommer. Venez bientôt, le reportage de Paris, seulement sur ce Blog.

Sunday, July 17, 2005

The Rainbow's Way




Melemah...
Jauh dari sebilas pelangi sore
Yang dulu senantiasa kutunggu kehadirannya
Yang dapat memperbaharui semangat juangku
Dan saat tabir terungkap
Sang pelangi semakin jarang datang
Pun tunggu tak lagi aku harapkan
Buyar perlahan...
(apa yang salahkah?)
...tidak ada...
Sebuah jalan yang telah ku tempuh
Izinkan aku untuk tetap merengkuh
Pelangi indah di sore itu

Berlin 2005

Lintas: Rihlah Magdeburg

Merujuk ke postingan gue yang kemarin, maka sekarang akan gue ceritakan perjalanan gue yang kedua di kota Magdeburg. Kali ini dalam acara Rihlah. Bagi yang belum tahu apa itu Rihlah, akan gue jabarkan sedikit.

Rihlah itu artinya berjalan bersama-sama. Hmm.. mungkin lebih mirip dengan berwisata bersama ke sebuah tempat. Namun berjalan bersama-sama dalam rihlah masih dalam cakupan tarbiyah dan juga dengan cara-cara yang islami. Sasaran dari rihlah itu sendiri adalah untuk mempraktekkan nilai-nilai islam, untuk memperkuat ukhuwwah dan untuk menanamkan nilai-nilai penting dalam beramal jama'i.

Rihlah yang diadakan oleh PIP PKS Jerman ini mengambil tempat di Elbauenpark, kota Magdeburg. Dari Berlin, kami berangkat dengan menggunakan tiket Wochenendeticket (WET) selama satu setengah jam. Hari itu udara cerah dan sejuk, tidak seperti hari-hari biasanya di musim panas ini. Banyak sekali orang yang ingin menghabiskan akhir pekannya di luar kota, sehingga Bahnhof (Stasiun kereta) ketika itu sangat penuh dan sesak.

Benar saja, kami tidak kebagian tempat duduk dalam perjalanan pergi ke Magdeburg. Gue berdiri bow satu setengah jam di dalam kereta! but, it was okay lah..





Elbauenpark, Magdeburg


Sampai di sana, kami bertemu dengan rombongan lain, dan segera ke tempat acara. Setelah acara pembukaan dan makan siang, barulah kami memulai penjelajahan Elbauenpark ini. Kami dibagi dalam tiga kelompok, gue berada di kelompok dua. Tempat pertama yang dikunjungi oleh kelompok dua adalah Sommerrolenbahn. Sommerrollenbahn adalah sejenis kereta yang dapat diatur kecepatannya. Kereta ini meluncur mengikuti jalannya sendiri. Hmm, cukup seru. Untuk dapat menaiki Sommerrollenbahn ini diperlukan biaya 1,5 Euro per orang.

Setelah itu kami berjalan menuju Jahrtausendturm, pusat wisata di Elbauenpark ini. Jarhtausendturm adalah bangunan yang terbuat dari kayu setinggi lima tingkat, yang di dalamnya terdapat pertunjukkan barang-barang peradaban manusia terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Mirip dengan Technisches Museum Berlin yang gue kunjungi bersama teman-teman sekelas gue di akhir semester kemarin. Bedanya, Jahrtausendturm ini lebih menonjolkan barang-barang iptek yang sangat dasar, yang dibangun oleh peradaban manusia jaman dulu (seperti jaman mesir kuno, yunani kuno, dsb). Ilmu-ilmu fisika dasar deh intinya. Sedangkan Technisches Museum lebih menonjolkan barang-barang iptek yang modern, masa kini, seperti pesawat terbang, lokomotif, perahu dsb. Di sana, baik di Jahrtausendturm maupun di Technisches Museum, sama-sama terdapat objek interaktif yang dapat kita mainkan sendiri. Contohnya, untuk pembuktian bahwa medan magnet bergerak dari kutub postif ke kutub negatif, kita bisa menggerak-gerakkan sendiri magnetnya. Jadi kita dapat melihat proses-proses fisik dengan mempraktekannya secara langsung. Ini bagus untuk para siswa yang sedang duduk di sekolah lanjutan agar mereka dapat dengan mudah memahami konsep-konsep fisika yang diajarkan di sekolah.




Jahrtausendturm




Technisches Museum Berlin


Selanjutnya acara shalat Dzuhur dan Ashar dan acara game. Game kali ini masih dalam tiga kelompok. Sayangnya dalam game ini kelompok gue kalah.. uhuhuhu.. Setelah acara game, berikutnya adalah sepakbola. Udah berapa tahun yah gue nggak main bola? Kira-kira selepas lulus SMA deh. Acara main bola ini bakal terus berlangsung kalau nggak ada yang ngingetin bahwa hari sudah semakin sore... Pada keasikan main bola kayaknya.




Acara game




Main bola bersama


Setelah lelah bermain bola, tiba saatnya untuk kembali ke kotanya masing-masing. Kami meninggalkan Magdeburg pada pukul tujuh sore dan sampat di Berlin pukul setengah sepuluh sore. Sangat melelahkan namun mengasyikan!

Kalau si Mbak yang satu ini akan mengupas habis-habisan tentang reportase makanan di postingan-postingan berikutnya, gue bakal mengupas segala jenis tempat yang gue kunjungi. Tema reportase blog gue kali ini adalah wisata. Hehehehe, lagi liburan musim panas nih, bisa kelilipan kalau diam di rumah sepanjang hari. Weekend besok insya Allah gue bakal pergi ke Paris, Perancis. Tunggu reportasenya yah. Dan minggu depannya lagi, gue bakal balik ke Indonesia (tentunya dengan reportase yang lebih menarik). hehehehe... oh ya, doain buat si Mas yang satu ini biar bisa balik juga ke Indonesia. Biar seru, soalnya banyak banget penghuni Jerman yang bakal balik ke Indonesia dalam waktu dekat ini. Terus, kemungkinan besar dalam perjalanan pulang ke Jerman, gue bakal keliling Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, pengen lihat masjid raya-nya sekalian shalat Jum'at di sana, dan kalau sempet juga, pengen turun di Bangkok, Thailand.

Selamat berwisata!

Thursday, July 14, 2005

Lintas: Magdeburg Gedubrak

Prolog: Waktu gue masih kursus bahasa Jerman di Jakarta dulu, guru gue, Herr Dedy memberikan sebuah joke: Apa nama kota di Jerman yang sakit sampai memar? jawabnya: Magdeburg. Kenapa? Karena Magdeburg itu identik dengan bunyi orang jatuh..'magdeburg,,gedubrakk,,magedegbaggedebug,,gubragg'

Magdeburg adalah ibukota negara bagian Sachsen-Anhalt yang termasuk dalam wilayah DDR alias Jerman Timur di kala Jerman belum bersatu dulu. Kota ini populer dengan sebutan Elbestadt, karena memang sungai Elbe membelah dengan indah kota ini. Kota dengan luas 201 kilometer persegi ini dihuni oleh 226.610 orang yang 8.103 di antaranya adalah Ausländer (orang asing).

Kota ini sempat masuk dalam jajaran kategori lulus seleksi calon kota masa depan Dimas Abdirama, sebelum akhirnya gue gugurkan. Rencananya, gue mau mendaftar jurusan Europa Studie (Studi Eropa) di Otto-von-Guericke Universität Magdeburg. Namun karena gue udah ngirim e-mail ke Studienberatung jurusan itu untuk bertanya hal-hal yang bersangkutan dengan jurusan tersebut - namun hampa gue temukan balasan e-mail di mailbox gue - maka gue nyatakan kota Magdeburg tidak bon á fide! hehehe... kalo gue ngomong gini pasti ada seseorang yang marah... peace yah om!... nggak juga sih, gue nggak milih Magdeburg karena Universitasnya sudah kena ASSIST, dari pada gue mesti bayar ASSIST 50 Euro... mendingan nggak usah ngelamar ke sana kan? lagi pula, kayaknya kotanya nggak nyaman deh... terlalu gersang githu lho... (untuk para magdeburger, peace... peace...)

Hampir dua minggu yang lalu, kami (gue dan 4 orang yang lain yaitu Om Je, Hima, Sultan dan Wira) mengunjungi kota ini. Tepat 1200 tahun umur kota itu ketika kami pergi ke sana. Maksud kunjungan kami ke sana sih adalah untuk nemenin Om Je yang sudah rindu dengan kota masa studi masterannya. Selain itu untuk survey awal, di mana kita akan melihat-lihat Uni dan FH di kota itu plus sedikit berkeliling. Kalau Wira, ia ingin mengikuti pengajian mingguan di sana. Dan ada lagi nih yang juga penting, dikabarkan dalam ulang tahunnya yang ke 1200, pemerintah Magdeburg akan melepas 1200 ekor angsa ke sungai Elbe.



Sungai Elbe di Kota Magdeburg, tempat 1200 ekor angsa mendapat kebebasan


Wah, sebuah obyek pariwisata yang menarik nih... kapan lagi bisa melihat 1200 ekor angsa berenang-renang di sungai. Gue juga sampai terkagum-kagum, kok bisa yah orang nangkep 1200 ekor angsa... banyak bener... nggak repot tuh nangkepnya. Berikut gue tampilkan cuplikan kata-kata OJ (nama asli sengaja gue samarkan) yang persuasif, cerdas, dan provokatif: "Dimas, nanti hari sabtu ikut ke Magdeburg yah. Ada pelepasan 1200 ekor angsa ke sungai Elbe dalam hari ulang tahun kota Magdeburg yang ke-1200. Sekalian kita lihat-lihat Uni dan FH di sana. Katanya Dimas mau ngelamar juga ke sana" (peace OJ!!)

Sesampainya di Magdeburg, kami menanti acara pelepasan tersebut. Namun saudara-saudara, kami kecewa, ternyata bukan angsa sungguhan yang dilepas ke sungai Elbe, melainkan bebek mainan anak-anak yang biasa di kamar mandi!!! Pantesan jumlahnya sampai 1200!!



Inilah yang dilepas di sungai Elbe!


Itulah secuplik rubrik Lintas dari kota Magdeburg. Akhir pekan ini, insya Allah gue bakal ke Magdeburg lagi (cinta amat sih sama Magdeburg sampai mau dikunjungin lagi segala) hehehehe... tapi yang ini kayaknya bakal seru deh. Karena di sana bakal ada Rihlah yang akan mengambil tempat-tempat yang indah dong. Tunggu saja postingan gue berikutnya yang akan mengupas tentang Rihlah di kota itu.

Prolog: Berlin tetep.. is the best!

Sunday, July 10, 2005

Sekeping Cahaya Perak




Rerumputan itu bergemerisik
Dalam pekatnya gelap
Menggigil menjepit setiap tubuh
Dan basuhan air suci itu
Serta uap yang terhembus dari tiap mulut
Saat ketika jiwa belum seutuhnya terkumpul
Saat ketika ruh begitu lunak untuk ditembus
Saat ketika air mata siap meleleh
Saat berseru wahai adzan subuh di langit bumi
Dan kau sekeping cahaya perakku
Larut dalam pelukan dan tangis
Di atas pundakku

Berlin 2005

Friday, July 08, 2005

Für Alle Bestandene

The visitor of my blog are not only from Indonesia but also from other countries. They - this kind of visitor - are my friends at my last school in Studienkolleg der TU Berlin. We have accomplished our mission there. Now it's the time to start our brand new day. The new day to study and to gain our next mission...

Für die bestandene, die noch in Berlin bleiben, treffen wir uns (inshaAllah) noch mal wieder. Ich bewerbe mich um einen Studienplatz in Berlin, Hamburg, München und in Braunschweig. Aber Berlin ist für mich noch die erste Priorität. Ich hoffe, Biotechnologie an der TU Berlin würde meine Zukunft sein...

For the graduate, who will go out to another city, I just can say good luck for your decision... reach your dreams, make your things better than yesterday and today... We will meet again sometimes and somewhere...

Jetzt beglückwünsche ich euch zum Bestehen des Studienkollegs...







wir
haben
bestanden

Saturday, July 02, 2005

Makan Memakan Di Berlin

Alhamdulillah, ada juga waktu buat gue untuk ngisi postingan di blog lagi, setelah sepekan terakhir ini disibukkan dengan proses Bewerbung dan hal-hal pasca kelulusan Studkol lainnya. Oke, sesuai janji gue, gue bakal menulis tentang proses makan memakan di Berlin.

Bacalah potongan testimonial tentang gue berikut ini dari seseorang berinisial D


...Wah tambah cuby
yah..ga ky wkt smu,ud kurus,item,aneh,
n dengan maskot lo yaitu...

Sekarang gue sedang dalam proses menggemukkan badan, dan syukurnya kehidupan gue di Jerman mendukung rencana gue itu. Di dalam kulkas gue tersedia tiga buah kotak susu sapi segar dengan 3,5% lemak yang gue minum sehari sekali atau sehari dua kali. Dulu, gue sempet jatuh cinta dengan yoghurt, tapi enam bulan terakhir sudah jarang makan yoghurt lagi. Namun, dalam belanja gue kemarin, gue membeli lima gelas kecil yoghurt.

Keju 45% lemak juga tak ketinggalan ada di barisan makanan penting kulkas gue. Ditambah lagi dengan beraneka ragam coklat, hmm lecker! Tapi jangan salah, gue juga mengkonsumsi sayur-sayuran segar bergizi, seperti selada, paprika, bayam, brokoli, wortel dan teman-temannya. Contohnya beberapa hari yang lalu, gue sarapan pagi dengan selada yang gue iris tipis-tipis, ditambah ikan tuna kalengan, cuka dan mayonaise. Makan model seperti itulah yang mewarnai dapur gue sepekan ini.

Walau demikian, gue juga memakan makanan asli Indonesia lho. Baru setelah di Jerman ini gue merasakan nikmatnya memasak. Masak bagi gue adalah seni, dimana mencampur-baurkan antara perasaan, pikiran, kasih sayang, dan lainnya. Bagi yang pernah memakan masakan dari dapur apartemen gue (403) harap beri komentar dipostingan ini! Hehehe...

Selain itu, kadang gue juga sering memakan makanan di luar rumah, seperti di Imbiss, Restaurant, atau di Mall. Baik, gue jabarkan di mana saja tempat favorit makanan-luar-rumah gue di Berlin.

1. El-Reda Restaurant (Libanon)

Kehalalan adalah yang paling utama dalam memilih makanan atau bahan makanan. Di lingkungan masyarakat muslim di Jerman, telah tersebar daftar bahan makanan yang harus diperhatikan, karena bahan-bahan makanan itu mengandung sesuatu yang tidak halal atau dipertanyakan kehalalannya. Oleh karena itu setiap belanja di supermarket, kami selalu membawa daftar itu dan sibuk meneliti Zutaten (ingredients) dari bahan makanan yang ingin kami beli.

Ketika berlibanon



Begitu juga dalam memilih Restaurant, kehalalan adalah yang terpenting. Salah satu Restaurant yang terpercaya adalah El-Reda atau orang Indonesia di Berlin menyebutnya Libanon (karena pemilik dan pegawai Restaurant ini orang Libanon). Restaurant ini menyediakan masakan Iran, seperti Jujeh, Kubideh, dan nama-nama aneh lainnya.

Setiap orang Indonesia di Berlin hampir dapat dipastikan mengenal dan pernah mengunjungi Restaurant ini (duh, kok gue kayak sales gini yah? Tapi gue nggak dibayar lho sama Restaurant ini!). Tanyakan pada setiap orang indo tentang Restaurant ini jika kalian bertemu mereka di jalan, kemungkinan besar mereka dapat menjawabnya. Berikut cuplikan chatting antara gue dan G di Yahoo!Messenger:

...
GG: ach so.
GG: di berlin jalan2..
lab_kimia: ke mana aja?
GG: jalan2 doank...
GG: trus makan di libanon..
lab_kimia: ahahahaha
GG: gw pesen 2mal pket 1
GG: buset mo pingsan makannya
GG: ampe kolaps gw..
lab_kimia: hahaha
...



Pertama kali datang ke Jerman (tepatnya tanggal 1 Februari 2004) kami – satu rombongan – makan malam di Restaurant ini. Awalnya kaget, bayangkan, hidangan yang disajikan hanya berupa nasi yang menggunung (banyak banget!), daging kambing sepanjang 20 cm, dan satu butir tomat yang dibakar (sayangnya gue nggak menemukan gambar makanan itu untuk gue pubikasikan). Kali pertama ilfeel, makan nggak habis, dibungkus untuk dibawa pulang, dan di rumah pun juga nggak dimakan. Hal ini terjadi tidak hanya pada diri gue, tetapi pada semua teman-teman gue. Kali kedua tetap sama, kali ketiga sepiring berdua (biar habis), kali keempat habis sendirian, kali kelima dan seterusnya ketagihan!

2. Café de Gelato di Potsdamer Platz

Baru sekarang lho gue bisa menikmati memakan es krim. Café ini berada di tingkat dua Mall Arkaden, di bilangan Potsdamer Platz, salah satu pusat kota di Berlin. Jenis Es Krim yang ditawarkan sangat beragam dan lezat banget! Untuk ukuran student, eskrim satu Kugel (satu tangkup) seharga satu euro sudah cukup lah. Kalau masih kurang puas, boleh lah yang dua Kugeln seharga dua euro. Kalau lagi ada acara spesial, biasanya kami memesan yang lebih luar biasa lagi. Ada es krim dengan taburan buah, coklat, dsb dsb dengan harga ab empat euro. Enaknya, di sana dijelaskan es krim mana yang memakai alkohol, gelatin atau bahan-bahan terlarang lainnya, sehingga kita juga bisa memilih yang halal.



Es krim lezat...



Kalau gue baru pulang dari Staatsbibliothek (Perpustakaan Negara) yang terletak bersebelahan dengan Mall itu, kadang gue sempat mampir, membeli es krim, ke toko buku, atau jalan-jalan mengelilingi Mall melepas kepenatan. Gue suka dengan lingkungan di Potsdamer Platz. Modern dan klasik.

3. Mensa TU Berlin

Biasanya sebelum berangkat sekolah gue selalu mempersiapkan makanan untuk makan siang, agar bisa gue makan di mensa (kantin) ketika istirahat panjang. Terkadang gue tidak sempat masak di pagi hari. Kalau seperti itu, berarti gue harus makan di mensa. Menu di mensa tidak semuanya halal. Terkadang menyediakan daging babi. Tapi di hari Jumat, mensa menyediakan daging ikan yang dibalut dengan tepung panir, dimakan beserta kentang, sayuran dan saus putih.

Pasta tomat juga bisa menjadi pilihan. Terkadang, daging ayam dan daging sapi juga disediakan di sana. Tapi kan kita nggak tahu bagaimana proses penyembelihannya, jadi untuk daging-daging seperti itu kita hindari.

4. Imbiss Kebab

Yang ini sangat populer di kalangan semua orang Indo di Jerman. “Ein mal Döner bitte! Ohne Zwiebel!“ (saya pesan kebab tanpa bawang dong!) kata itu pasti sudah tak asing didengar dan diucap. Ada banyak toko Kebab tersebar di seluruh pelosok Berlin. Bagi yang belum tahu kebab, kebab adalah jenis makanan dari arab (Döner dari Turki dan Schawarma dari Arab) yang berupa roti diisi dengan irisan daging, sayur-sayuran, dan saus. Teman gue – D – adalah salah satu maniak kebab, sampai-sampai berfantasi memiliki toko kebab sendiri dan dapat bebas memakan kebab kapanpun dia mau.

Di semester dua kemarin, gue sering jalan bareng dengan A dari negara Y. Biasanya kita belajar bareng di perpustakaan atau di kampus, setelah itu kita makan siang deh. Dia banyak tahu toko-toko kebab dengan rasa yang menggiurkan selera, dan kita sering menjelajah Berlin demi menemukan toko kebab itu. Tercatat toko kebab di wilayah Tempelhof, Nollendorfplatz, Zoologischer Garten, Turmstraße, dan Büllowstraße adalah toko kebab dengan kebab yang lezat dan populer di Berlin.

Itulah saudara-saudara tentang kehidupan makan-memakan di Berlin. Tertarik? Hehehehe... oh ya, malam ini gue janjian makan malam di Libanon lho!

Monday, June 20, 2005

Poems Dialogue




Sent:
Kesadaran adalah matahari
Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Dan perjuangan
Adalah pelaksanaan kata-kata
by: DHLH

Replied:
Matahari atas nama sadar
Melihat ke bumi yang menyisakan rasa maaf
Patutkah bumi menyendiri lagi
(bumi dan matahari) "Aku tetap di Indonesia"

Sent:
Bumi berotasi...
Dan matahari bebas menentukan langkahnya
Semoga bumi tidak menghalangi perjalanan matahari
Sehingga menjadi lebih terang

Replied:
Bumi tidak akan pernah menghalangi matahari
Kecuali jika Allah mengizinkan
Jangan pernah berkata
Bahwa matahari...
Dapat terang dengan sendirinya

Jakarta 2003

Sunday, June 19, 2005

E-Mail Di Tiga Hari FSP

Berikut gue kirimkan e-mail2 gue dalam tiga hari pelaksanaan FSP

E-Mail pertama:
Laporan langsung dari Berlin seusai penyelenggaraan FSP hari pertama: DEUTSCH

Gue sudah sampai di Studkol jam setengah delapan pagi, gara-gara kemaren gue mimpi gue kesiangan di hari FSP. Sampai di sana langsung nitip Handy ke Frau Schröder dan minjem kamus DUDEN (untung bukan WAHRIG).

Tanggapan Sultan
IYA::::ITU GUE: SULTAN---

Kan gue minjem kamus di Bibliothek!!--
Dengan muka PD, gue mengambil sebuah kamus merah, yang di dalam hati gue, gue yakini sebagai kamus DUDEN..( waaahh senangnya, kamusnya lengkap!!, ibaratnya " semua ada di sini!!!"--

Begitu di depan RUANG K1, ( ruang ujian), ketemu sama si dimas, dan gue menyapa dengan

" Mas, kamusnya sama"

" iya, sama"

" Tan, loh kok kamus lo di isolatip, tuh bacaannya apa?"

Pas gue liat, TERNYATA!!!!---WAHRIG!!!!!!

" Tidakkkkkk"""_---

tapi nasi sudah jadi bubur, yaaaa udah pasrah.---

Tapi gue saranin deh, buat yang mau ujian Deutsch!!
JANGAN PAKE KAMUS WAHRIG"!!,
Kayaknya, nggak lengkap!!!




Duden Wörterbuch



Wahrig Wörterbuch


Udah Sinnlos kalau hari gini masih belajar atau baca text. Kata gue pas ngeliat temen gue masih baca-baca text: "Haree genneee masih baca text!"

Pintu K1 pun dibuka, guru-guru masuk dengan muka berseri. Kami pun juga masuk dengan muka berseri. Tahap pertama yang kita lakukan di ruangan ujian adalah mencari tempat duduk. Gue pikir - karena nama gue ABDIRAMA dan nomor absen satu SE-STUDKOL - gue bakalan duduk di depan. Ternyata tidak, gue duduk tepat di tengah-tengah. Bahkan tepat di sebelah kiri, kanan dan depan gue orang Indonesia, cuma di belakang gue doang orang Prancis.

Seseorang kebagian tempat duduk paling depan. Nggak tahu kenapa. Dicurigai sebagai mafia kali yah...

Tanggapan Sultan
Gue juga bingung kok gue sih?????, kan nama gue berinisial "S"---
Gue udah ngebayangin, kalo gue bakalan dapet tempat di tengah, setidak2nya rada2 belakang!!--eh begitu Ekspedisi tempat duduk!!--
Tiba2, SAUDARA2---
Gue dapett tempat palling depan, bener2 paling depan---
nggak hanya itu aja!!!--
DI barisan yang paling depan, gue hanya duduk seorang diri..
jadi disamping kiri gue udah nggak ada meja, dan di samping kanan gue tembok..
Depan gue, guru2 yang ngawas....

Begitu waktu ujian abis, PAsti kertas gue yang di"rampas" duluan,
Sementara, di belakang2, ( pas gue perhatiin), masih sempet nulis beberapa paragraf---hiks..hiks..


Setelah itu HV oleh Herr Reese. Awalnya sih bisa mengikuti dengan baik, tapi pas ditengah2 gue mulai berfantasi... pikiran melayang ke awan... tiba-tiba aja gue tersentak dengan kata "arme Länder" padahal text itu tentang "Penggunaan DDT".

Segera gue mencari benang merah antara arme Länder dan Einsatz des DDT...

Setelah itu, pembacaan text kedua oleh Fr. Börsting. Awalnya dengan semangat 45, gue menyalin semua kata yang diucapkan oleh Fr. Börsting... tapi tiba2, ditengah2 jadi blank lagi... adowhh...

Intinya, HV tadi gue banyak quatschen deh... Oh ya, masa coklat gue diminta sama temen gue... jadi gue hanya makan setengah batang coklat selama ujian... hiks...

Textproduktion kita kali ini tentang Tsunami. Kembali Indonesia berkibar-kibar di Studkol... Tema yang diangkat: Bagaimana menurut pendapat Anda tentang para turis yang datang ke tempat2 Tsunami pasca bencana alam Tsunami? kita harus jelasin plus dan negativnya...

Hmmm... satu hari sebelum FSP, gue nyari di Google text yang kemungkinan bakal keluar di FSP... dan ketemu, walau cuma sebagian sih... tapi nggak apa2... menolong lah dikit...

Sampai pada berita selanjutnya di hari Rabu


E-Mail Kedua:
Tidak ada yang spesial sih di hari ini...

Hari ini kami mengerjakan Mathematik... dalam waktu tiga setengah jam harus mengerjakan tiga soal.. Tiga puluh menit pertama gue gunakan untuk membaca soal dan menelaah peluang-peluang indah...

Berikutnya mengerjakan soal VEKTORRECHNUNG selama lima puluh lima menit... dilanjutkan dengan REIHEN UND FOLGE selama satu jam sepuluh menit... dan ditutup oleh KURVENDISKUSSION selama sisa waktu yang ada...

Pada soal Kurvendiskussion, dua soal terakhir nggak gue jawab, karena waktunya nggak cukup... hikss..hikss... Pada soal Kurvendiskussion juga gue ngarang (quatschen) membuat zweite Ableitung (turunan kedua dari fungsi yang ditanya)... gue buat hitungan gue sedemikian rupa supaya hasil akhirnya sama seperti hitungan yang ada di soal... soalnya males banget mesti nurunin fungsi yang panjang kayak gitu... mudah2an pengoreksinya nggak nyadar kalo gue melakukan manipulasi... amiin...

Doain yah!!

Hari Jumat besok adalah penentuan... FISIKA... aduhhh... takuutt.... oh ya, Jumat besok bakalan ada Streik BVG lagi lho!! jadi harus bangun pagi dan jalan kaki ke studkoll

Bis Freitag!


E-Mail Ketiga:
Assalamu'alaikum!!

Akhirnya, tibalah gue pada hari terakhir FSP!! Ini adalah benar-benar HARI... Hari yang gue takutkan dan hari yang gue tunggu-tunggu... Takut, karena hari ini ujian Fisika... Ditunggu-tunggu karena hari ini adalah hari terakhir ber-Studienkolleg... (Insya Allah kalau nggak dapet Mündlich...)

Fisikanya.... SUSAH... hikss... hikss... gue ngerjain soal tentang Kinetik dengan dua cara... dan gue menyesal, karena gue terlalu banyak membuang waktu di soal itu... Setelah itu soal Kinematik yang biasanya lebih mudah dari soal yang lain.. tapi--- Justru pada tahun ini soal Kinematik paling susah... harus muter-muter dulu deh... dan menuntut intelegensi serta daya khayal tinggi...

Soal ketiga yang gue kerjakan adalah Statik... Na ja... keine Ahnung... angkanya nggak bulet... acak2an deh... teing... Abis itu ngerjain Elektrotechnik... karena gue dari kelas Mekanik, maka gue nggak terlalu gut vorbereitet dengan Elektrotechnik... dan ternyata benar dua soal Elektro bahkan nggak gue baca sama sekali... Gue langsung ngerjain soal Kondensator dan itupun gue mengarang bebas... Bebas lepas... Gunakan kemampuan mengarang pada detik-detik terakhir Studienkolleg...

Tapi beneran deh, kali ini Fisikanya susah bangett... Lisha Xu, seorang berkebangsaan China, yang selalu pede dengan jawabannya dan selalu berkata "bei mir sind alle Aufgabe immer leicht" kali ini berkata "sehr schlecht.. Ich muss in die mündliche Prüfung kommen..."... Tidak hanya itu, semua orang pasca Fisika yang gue temui juga bermuka lecek... Tidak ada jawaban yang sama satu sama lain... masing-masing memiliki angka yang berbeda...

Tapi all the way... all is over--- insya Allah... saatnya berkelumit lagi dengan kehidupan di Universitas... Btw, Terimakasih banyak atas segala doa yang telah ditujukan ke kami yang telah ber-FSP... insya Allah mendapat balasan oleh Allah SWT...

Jadi kayak Hima deh sekarang -- H2C -- Harap-harap cemas (untuk Hima: kali ini bukan H2C karena takut nggak kebagian makanan lho)

Wassalamu'alaikum

-- wir sind fertig Junge!! jetzt geht's richtig los!! mein Leben wird heute angefangen!! gak usah lagi nge-tek tempat di perpus dan menghabiskan waktu sepanjang hari di perpus

Kinderspiel! Sehr Leicht!

Dulu waktu gue masih SMA, gue dikelilingi oleh orang-orang dengan otak yang menakjubkan. Gue ambil contoh salah seorang sahabat gue N. Dia ini anak yang berprestasi di sekolah. Nilai-nilainya ketika ulangan selalu menakjubkan. Tapi dia tidak pernah bilang kalau soal ulangan yang dia kerjakan itu mudah. Padahal dia mengerjakan ulangan itu dengan sangat lancar dan percaya diri. Berikut hasil pembicaraan gue dengan sahabat gue ini:


Gue: hei N, gimana tadi ulangan Fisikanya?
N: aduh susah banget! Gue nggak bisa ngerjain
Gue: beneran nih?
N: iya beneran! Tadi gue udah kayak lomba mengarang bebas. Paling nilai gue dibawah lima


Seminggu kemudian ulangan Fisika itu dibagikan. Dan ternyata nilainya N pada ulangan itu adalah delapan!

Kasus yang sama namun berbeda versi dengan teman gue Y sekitar sepuluh menit menjelang ulangan harian Biologi:


Gue: Y, gue belum belajar nih!! (yang ini gue jujur lho)
Y : sama gue juga. Buku belum gue sentuh sama sekali dari tadi malam


Tapi ternyata nilai Y ini jauh lebih tinggi dari gue.

Rata-rata pelajar Indonesia selalu berkata seperti itu setelah mengerjakan ujian. Mereka bilang kalau mereka baru saja mengerjakan ujian dengan tidak sukses dan langsung memberikan pesimistische Vorhersagen. Gue ngerti sih kenapa kebanyakan pelajar Indonesia seperti itu, karena hal itu merupakan bagian dari sopan santun

Hah sopan santun?

Iya, coba bayangkan kalau kalian sedang mendengar percakapan dua orang pelajar Indonesia seperti ini:


X: bagaimana Y, sukses SPMB-nya tadi?
Y: oh! tentu saja! Itu mah gampang !


Kalau gue pribadi sih nggak bakalan ngomong kayak gitu setelah mengerjakan ujian. Kenapa? pertama karena takut kualat. Gimana jadinya kalau kita sudah bilang di khalayak ramai bahwa kita telah sukses mengerjakan sebuah ujian namun ternyata nilai ujian kita jelek (karena satu dan lain hal yang tidak diduga-duga). Kedua, hal itu menunjukkan rasa sombong. Pasti terbesit pada pikiran sang pendengar, kalau kata-kata yang baru saja dilontarkan oleh ‘si percaya diri’ ini mengadung nilai rasa sombong yang sangat tinggi.




Suasana para pelajar sedang ujian



Jadi intinya kalau di Indonesia jangan bertanya pertanyaan seperti itu pada teman kita sesudah ujian, karena kita tidak akan mendapatkan jawaban yang sebenarnya (kecuali kalau kita bisa membaca raut wajah teman kita itu)

Hal yang demikian tidak berlaku setelah gue bersekolah di Jerman. Di sekolah gue terdapat berbagai macam suku bangsa, negara, ras, bahasa, budaya dan latar belakang yang berbeda. Semua jadi satu di sini. Bentuk sopan santun yang gue bicarakan di atas tadi sangat tidak berlaku di sini. Ikuti beberapa cuplikan percakapan gue berikut ini:


Gue dengan Lim orang Korea
Gue: guten Morgen Lim! Hast du dich gestern für die Prüfung schon gut vorbereitet? (Selamat pagi Lim, apakah kemaren lo udah mempersiapkan ujian dengan baik?)
Lim: ja! Ich habe alles geschafft. Und wie bei dir? (iya, gue udah belajar semuanya, lo sendiri gimana?)
Gue: na ja, nicht so..( gimana yah... nggak terlalu sih... *padahal gue juga udah belajar tapi karena takut kualat jadi gue bilang bahwa gue belum belajar aja*)



Gue dengan Lisha orang China
Lisha: wie war die Prüfung, Dimas? Leicht oder? (gimana ujiannya Dimas? Gampang bukan?)
Gue: nein, es war sehr schwear (nggak, ujian tadi susah banget *gue ngebohong padahal sih gue bisa ngerjain juga*)
Lisha: bist du dumm oder was? Bei mir war sie verdammt leicht! (lo bego kali yah? Bagi gue ujian tadi bener-bener gampang!)


-- gue dibilang bego!! --


Gue dengan Wa’el orang Marokko
Gue: Wa’el, ich habe Angst, dass ich nicht bestehe!. Das war katastrophal! Wie war bei dir? (Wa’el, gue takut nggak lulus di ujian tadi nih! Susah banget! Lo gimana? *kali ini gue serius nggak bisa ngerjain ujiannya*)
Wa’el: wirklich? Solche Aufgabe konntest du nicht? Das ist doch wie ein Kinderspiel (beneran? Soal kayak gitu lo nggak bisa? Itu kan kayak mainan anak-anak)


Ya ampun... kayak mainan anak-anak katanya... jelas gue drop banget dong, udah nggak bisa ngerjain soal eh dibilang soal itu kayak mainan anak-anak lagi. Seolah-olah gue adalah orang paling bego se-dunia.

Akhirnya, demi menjaga harga diri dan nggak mau diinjak-injak lagi, sekarang gue selalu menjawab seperti ini:


Gue dengan Abhisek orang India
Gue: hast du gut geschrieben? (sukses ujiannya tadi?)
Abhisek: ja, mindestens 12 Notenpunkte kriege ich. Und du? (iya, minimal gue dapet nilai 12. kalo lo gimana ?)
Gue: ich auch! Mindestens sogar 13! (gue juga! Bahkan buat gue minimal 13! *nggak mau kalah*)



Gue dengan Asaad orang Yaman (muslim)
Asaad: wie war? (gimana tadi?)
Gue: insya Allah. Und du? (Insya Allah. Kalo lo?)
Asaad: insya Allah


Kan lebih enak tuh.

Sekarang gue coba paparkan dari segi si pe-nanya. Tahukah kalian mengapa ada saja orang yang sering bertanya kepada temannya sesudah ujian? Ada dua kemungkinan. Pertama, orang itu benar-benar peduli dengan keadaan orang lain serta sebagai basa-basi untuk pergaulan. Kedua, orang itu sedang mencari teman, ada nggak yang nasibnya sama kayak dia atau bahkan lebih buruk dari dia. Kalau ada maka dia akan senang atau setidaknya lega.