Friday, December 17, 2010

Antara Ibu dan Jarak Dunia

Jumat malam.

Selepas beraktivitas di masjid seharian, saya beranjak pulang. Sebenarnya saya ingin tidur lebih cepat supaya besok bisa bangun pukul 5:00 dan bisa menuju masjid untuk salat subuh. Nyatanya saya membuat segelas susu dan bersantai-santai sebelum beranjak tidur.

Singkat cerita, saya membuka YouTube, mendengarkan lagu soleram (yang menjadi lagu kesukaan saya beberapa waktu terakhir ini), dan menjelajah Facebook. Saya tertarik membuka profile seorang ibu dari teman saya, Deva Mandela. Setelah melihat-lihat beberapa foto, saya menuju ke album profile picture-nya. Di sana banyak sekali tertampang foto-foto Deva, baik yang masih bayi, balita, sampai yang sekarang. Sepertinya sang ibu sangat menyayangi anaknya yang satu itu, walau saya yakin, sang ibu juga menyayangi anak-anaknya yang lain.

Tibalah saya pada sebuah foto di mana Deva sedang berlari dengan raut wajah ceria. Foto ini diambil ketika acara Sate Somay awal musim semi lalu. Dan saya membaca komentar di foto tersebut..

Deva, mamah kangen... Kejar terus cita-citamu, selamat Idul Fitri


Dan saya seketika... Ya Allah... Saya sangat terenyuh. Saya terdiam beberapa saat lalu tak terasa air mata ini mengalir, tak berhenti-berhenti... Saya langsung ingat mamah di Jakarta, saya merasakan bagaimana kerinduannya, bagaimana harapannya pada saya...

Kasih ibu, kepada beta, tak terhingga sepanjang masa...


Mama, di sisa hidupku aku ingin selalu berbakti kepadamu, membahagiakanmu...

Mama, how are you today?

1 comment:

Ineu Ratna Utami said...

Subhanallah!...Saya pun sering merasa terharu saat anak2 dengan riangnya menyanyikan lagu kasih ibu, sering timbul tanya di hati, dapatkah saya menjadi ibu yg sebaik2nya hingga mereka dewasa kelak?? yg sll ada di hati mereka, yg sll menjadi org pertama mereka labuhkan segala rasa saat mereka hadapi tantangan hidupnya kelak (eh, komentnya kok jadi kepanjangan)...