Monday, December 19, 2005

Kedewasaan

Kategori: Curhat

„Pada umur berapa orang Indonesia sudah dikatakan dewasa?“ tanya salah satu temanku, Kazaoki, ketika kami makan siang bersama di mensa. „Tujuh belas“ jawabku. Dia mengerutkan dahi. „Di Jepang umur segitu masih tergolong muda“ jawabnya. Aku membalas seadanya, „Orang Indonesia baru mendapatkan Kartu Tanda Penduduk ketika berumur tujuh belas“.

Memang standar umur kedewasaan di setiap negara itu berbeda. Di Jerman misalnya, seseorang baru dikatakan dewasa ketika berumur delapan belas tahun. Waktu aku pertama kali menginjakkan kaki di Jerman, umurku masih tujuh belas tahun. Memang agak sulit prosedur untuk ‚anak di bawah umur’ seperti aku ini. Contohnya ketika meng-apply visa, aku harus melampirkan surat keluarga, fotokopi KTP ayah dan ibuku, sampai akte kelahiran. Teman-temanku yang kala itu sudah delapan belas tahun keatas tidak perlu melampirkan surat-surat tersebut.

Sesampainya di Jerman pun masih sulit. Aku tidak bisa membuka rekening di bank karena umurku yang belum penuh. Akhirnya aku ‚numpang’ dengan rekening temanku untuk sementara waktu. Di Jerman, seseorang baru mendapat kartu tanda penduduk, boleh berpisah rumah dengan kedua orang tuanya, boleh membuka rekening di bank, dan boleh boleh lainnya, jika orang itu benar-benar telah berumur penuh.

Empat hari yang lalu aku membantu pindahan seorang teman, namanya David, orang Jerman asli. Umur kami hanya terpaut satu tahun. Saat ini dia berusia dua puluh tahun. Dia berperilaku selayaknya remaja-remaja seusia kami. Di hari itu aku sempat satu mobil yang dikendarai oleh temannya (bernama Daniel). Kebut-kebutan, membicarakan merek mobil, dan membahas pelajaran-pelajaran di kampus mengisi perjalanan kami. Singkat kata, mereka masih berjiwa remaja, tetapi mereka sudah tinggal terpisah dengan orang tuanya dan menentukan hidup mereka sendiri.

Sebenarnya, apa sih definisi kedewasaan? Menurutku, kedewasaan itu ada dua bentuk. Kedewasaan psikis dan kedewasaan biologis. Dan kebanyakan orang cenderung lebih melihat kedewasaan biologis. Contohnya ya itu tadi, ketika aku belum bisa membuat rekening bank karena umur yang tidak memungkinkan, berarti pihak bank melihat patokan sebuah kedewasaan dari segi biologis.

Kedewasaan psikis tak jarang sudah lebih dulu hadir sebelum kedewasaan biologis. Seperti contoh kisah dari seorang khalifah dari dinasti Ummayah – Umar bin Abdul Azis, yang pada umur 24 tahun telah diberi kepercayaan menjadi gubernur Madinah dan beberapa tahun berikutnya menjadi pemimpin dinasti Ummayah yang membentang dari Samudra Atlantik sampai dengan Dataran Tinggi Pamir.

Agaknya sulit memisahkan antara kedewasaan biologis dengan kedewasaan psikis. Keduanya dituntut berkembang secara bersamaan. Dan hal itulah, menurutku lagi, adalah salah satu tugas yang cukup berat dalam kehidupan, dimana kita harus menyelaraskan kedua kedewasaan yang kita miliki, melalui beragam proses dan tahap yang tiap saat kita alami.

Wallahu’alam bishawab.

No comments: