Sunday, January 05, 2014

Filosofi Kucing Garong

Bagi saya, terminologi "Kucing Garong" memiliki filosofi tersendiri. Mari kita kupas satu-persatu.

1. Kucing.

Kucing adalah hewan yang memiliki kekhususan yang tidak dimiliki hewan lain. Dia anggun, menawan, memikat. Dia enak dipandang dan menggemaskan. Kucing adalah hewan yang suka disayang, dibelai, dipelihara dan diperhatikan. Dia juga hewan penyayang yang menyayangi mahluk lain dengan caranya sendiri. Kucing juga hewan yang memiliki izzah, dia tidak sembarangan, di balik pesonanya dia memiliki keangkuhan. Dia barang elit yang tidak pasaran. Kucing adalah hewan peliharaan Rasulullah, dia bermartabat, cerdas, lincah dan istimewa.

2. Garong.

Saya memaknai kata Garong seperti garang. Kucing garong adalah kucing yang memiliki karakter kekucingan pada umumnya yang lucu dan senang dimanja, namun ia juga garang, pemberani, siap bertengkar dan berkelahi. Kucing garong adalah perpaduan dua wujud yang saling berseberangan namun serasi, menjadikan dia semakin angkuh dan diminati. Memiliki kucing garong seperti memiliki peliharaan yang membawa kebanggaan tersendiri.

---

Kucing garong tempatnya bukan di jalanan, dia tidak boleh mencari makanan dari bak sampah dan diperlakukan seperti kucing comberan yang membuatnya menjadi pasaran. Tempat seharusnya ia berada adalah di rumah yang aman, dengan perlakuan yang khusus dan nyaman. Kemampuannya berkelakar harus ditempatkan pada situasi yang sesuai karena akan membuat dia semakin bernilai.

Kucing garong datang dan pergi. Usianya tidak sepanjang usia tuannya. Ketika kucing garong datang ia harus beradaptasi, namun ketika kucing garong pergi ia harus merelakannya lari, karena karakter kucing garong yang pemberani membuat ia bisa bertahan di segala kondisi dan berdikari, dan karakternya yang mempesona membuat ia mudah diterima dan dimiliki.

No comments: